Cara Ternak Merpati Beternak Burung Merpati
Banyak para pecinta burung merpati yang ingin memperbanyak burung kesayangannya dengan
cara ternak merpati atau beternak
sendiri. Untungnya burung yang sering dilombakan dalam "kecepatannya"
ini selain banyak digemari mudah juga untuk diternakan secara
tradisional.
Dengan mudahnya merpati diternakan, banyak para pecinta merpati yang menekuni cara ternak merpati
secara fropesional. Karena selain cukup mudah berkembang biak, para
peternak menilai bisnis burung yang satu ini cukup menjanjikan.
Pembibitan Merpati
Merpati biasanya bertelur paling banyak 3 butir, namun yang lebih sering
adalah 2 butir. Setelah telur menetas, si betina dan si jantan akan
menjaga piyiknya secara bergantian hingga piyik itu cukup umur serta
mampu terbang dan mencari makanan sendiri.Tulang piyik yang masih muda
lambat laun akan semakin kuat dan akhirnya siap untuk terbang mencari
makanan sendiri dan mencari pasangannya sendiri.
Setelah cukup umur dan mampu terbang sendiri, anak merpati harus
dipisahkan dari induknya.. pemisahan ini dilakukan supaya anak
merpatiyang tumbuh dewasa itu aktif terbang dan mampu mencari kandang
yang akan dipilihnya. Dengan demikian, anak merpati cepat tumbuh dewasa
dan mampu berdikari
Pemeliharaan Merpati
Pemeliharaan merpati yang berkesan adalah pemeliharaan yang berawal dari
penetasan telur. Untuk menetasakan telurnya, burung merpati memerlukan
waktu sekitar 20 sampai 22 hari. Anak-anak merpati atau piyik memiliki
bulu-bulu halus yang disebut bulu kapas disekujur tubuhnya. Bulu itu
tampak berwarna kuning keputih-putihan. Ketika kaki-kakinya belum kuat,
anak-anak merpati dalam posisi mendekam. Anak merpati masih disuapi oleh
induk atau bapaknya.
Selama pertumbuhan kea rah dewasa, usahakan anak merpati ditempatkan
pada kandang-kandang yang cocok untuk proses adaptasi, baik dengan suhu
di sekelilingnya ataupun tingkat keselamatannya. Kondisi sekelilingnya
jangan terlalu dingin dan jangan terlalu panas. Biasanya ketika suhu
terlalu panas, paruh senantiasa tampak terbuka seperti kehausan. Jika
hal itu terjadi, berarti suhu sekelilingnya tidak nyaman.
Setelah kira-kira berumur antara 2 sampai 3 bulan, anak merpati tersebut
perlu diberi imunisasi. Selang beberapa hari setelah itu anak merpati
dicampur baurkan dengan sekelompok anak merpati lain pada kandang sampai
nanti terjadi proses saling menemukan jodoh dan berpasangan. Bila
sudah berpasangan, langkah selanjutnya adalah kita mulai memisahkan
sepasang merpati tersebut dengan cara sim jantan dilepaskan. Mula-mula
pelepasan tersebut dilakukan dari jarak dekat. Kemudian makin lama makin
menjauh jaraknya.
Dalam proses pemeliharaannya, merpati tersebut harus senantiasa dapat
bergerak bebas dan leluasa. Peternak tidak usah merasa khawatir merpati
itu akan hilang. Walaupun dilapsakan bebas sebebas-bebasnya, merpati
akan tahu dan pasti kembali pulang ke rumah atau kandang tempat
tinggalnya.
Jenis makanan Merpati
Merpati sangat bergantung pada manusia. Merpati biasanya mendapatkan
makanan dari manusia.Merpati sering terbang jauh mengembara mencari
pasangan dari kelompok lain dan berpindah ke pagupon lain yang bukan
rumahnya. Perpindahan itu karena si jantan tertarik pada betina dari
kelompok lain. Merpati termasuk jenis burung pemakan biji-bijian,
seperti gandum, cantel, jewawut, beras. Jagung, gabah, kacang panjang,
kacang tanah, dan sebagainya. Merpati juga membutuhkan sejumlah vitamin
dan mineral yang khusus untuk burung.
Untuk melancarkan pencernana terkadang perlu diberi butiran kulit kerang
atau tiram sebagai makanan berbentuk grit. Di dalam lambung pengunyah
pada merpati terkadang sudah terdapat kerikil kecil-kecil atau
butiran-butiran pasir. Jadi jangan heran apabila melihat burung-burung
merpati sedang mematuk batu-batu kerikil atau butiran pasir bahkan
pecahan genteng dan kulit kerang di tanah lapang.
Kandang atau Pagupon
Dalam usaha pemeliharaan atau peternakan hewan apa saja kita perlu
memperhatikan kandang sebagai tempat tinggal hewan yang dipelihara.
Kandang merpati jelas sangat diperlukan untuk berteduh, beristirahat
tidur, dan mengembangkan keturunannya. Oleh karena itu, apabila kita
hendak beternak merpati, kita harus membuatkan kandang atau pagupon
untuk tempat tinggalnya.
Pagupon atau kandang merpati dibuat sesuai dengan jumlah burung merpati
yang dipelihara. Bahan yang dipakai dapat berupa papan kayu, triplek,
multiplek, hardboard, bamboo, hardplek atau kardus, yang dipotong-potong
sesuai dengan keberadaaan merpati. Bentuk kandang adalah seperti
rumah-rumahan yang disekat-sekat dengan papan untuk dibuat kamar-kamar
pemisah. Bentuk kandang dibuat sederhana, bersussun atau berbentuk
sangkar.
Penyakit dan Cara Penanggulangan
Penanggulanagn penyakit dapat dibedakan menjadi dua kegiatan, yaitu pencegahan dan pemberantasan.
Kegiatan Pencegahan Penyakit
Kegiatan pencegahan penyakit berpusat pada upaya pembersihan kandang dan
sangkar serta pemebrian vaksin terhadap merpati tersebut. Pembersihan
yang dimaksudkan adalah upaya menjaga agar kandang dan sangkar tidak
kotor dan tidak terjangkit dari kuman, baksil, bakteri,protozoa, maupuin
hama. Selain itu perlu dilakukan penyemprotan kandang dan sangkardengan
obat antiseptic ataun larutan air kapur dan rendaman tembakau. Kedua
bahan tersebut dapat membasmi jamur, kuman, bakteri, baksil, protozoa,
kutu dan rengat. Penyemprotan ini dilakukan setiap 2 minggu sekali
secara rutin.
Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Menetaskan melalui lubang mata
2. Meneteskan melalui lubang hidung
3. Mencampurkan ke dalam air minum atau makanan yang sebelumnya telah diremdam di dalam larutan vaksin
4. Malalui suntikan dip aha atau bagian perut
Hal- Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak dalam melalukan vaksinasi:
- 1Kosongkan tempat air minum kira-kira satu jam sebelum melakukan vaksinasi, agar merpati betul-betul haus
- Bersihkan tempat minum dari segala kotoran, tetapi jangan menggunakan bahan sanitasi. Kalu perlu cukup dengan air panas
- Pakailah air bersih atau aquades. Siapkan tempat atau bejana unntuk pencampuran vaksin, yaitu larutan skim milk dan air aquades
- Buatlah larutan vaksin dengan dosis 1.000 cc dala4m 20 liter air aquades
- Buatlah larutan skim milk 50 cc dalam satu liter air aquadesw
- Campurkan satu liter larutan skim milk dengan 20 liter larutan
vaksin. Vaksinkan larutan itu ke merpati tersebut. Penambahan larutan
skim milk tersebut berguna untuk menetralisir bahan-bahan sanitasi yang
mungkin masih melekat tertinggal dalam bejana, sehingga dikhawatirkan
dapat menurunkan daya kerja vaksin yang dimaksud.
- Sisa vaksin yang sudah tidak dipakai sebaiknya dibuang ke dalam
lubang dan ditimbun. Kemudian sisa vaksin yang belum dioplos bisa
disimpan pada tempat yang telah dianjurkan
- Hindarkan vaksin dari sinar panas matahari secara lanmgsung
- Jangan gunakan vaksin-vaksin yang sudah kadaluarsa
- Berikan vaksin sesuai dngan dosis yang dianjurkan
- Jika vaksin dicampurkan ke dalam air minum, berikan tempat yang
cukup. Tempat seperti itu memungkinkan merpati dapat meminumnya dengan
leluasa sepuas- puasnya.
- Apabila semua air campuran vaksin sudah habis, segera tambahkan air minum yang masih segar
- Lakukan pencatatanad mengenai jenis vaksin dan tanggal pemberian vaksin
B. Penanggulangan penyakit dan Hama
Penyakit yang diderita setiap unggas, termasuk merpati, dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Penyakit karena kekurangan vitamin
Penyalit kekurangan vitamin disebut penyakit avitaminosis. Penyakit inoi
sering menyerang unggas peliharaan, karena keteledoran peternak dalam
pemberian menu makanan. Penyakit avitaminosis terdiri atas penyakit
gila, penyakit dermatitis, penyakit pengkor, penyakit rachitis, dan
penyakit perois
2. Penyakit karena virus, bakteri, dan kuman
a. Penyakit karena virus
1. Penyakit NCD (New castle Deseases)
Gejala penyakit ini adalah tampak lesu. Tidak ada nafsu makan,
mengantuk, kepala tertunduk, kotoran putih dan padat seperti kapur, bulu
tampak berdiri lusuh, muka pucat, cupung, dan pial (jengger) tampak
kebiru-biruan tembolok membesar dan mengeras, mulut mengeluarkan lender
dan berbau, tubuh gemetar dab berputar-putar, berjalan mundur
sempoyongan leher terkulai, dan akhirnya mati dengan cepat.
Pengobatannya teramat sulit, namun sebelum gejala-gejalanya semakin
parah merpati dapat diberi suntikan vaksin NCD Aktif Strain F, vaksin
NCD Aktif strain Komarov,atau vaksin NCD In aktif.
2. Penyakit Bronchitis
Penyakit bronchitis penyewrang alat pernapasan. Gejalanya adalah hidung
merpati mengeluarkan lender, bersin-bersin, napas berbunyi, merpati
tampak lesu. Pengobatannya adalah dengan member suntikan vaksin
bronchitis
3. Penyakit CRD (Cronic Respiratory Deseases)
Penyakit cronic Respiratory Deseases adalah penyakit yang menyerang alat
pernapasan secara kronis. Gejalanya adalah merpati menurun nafsu
makannya, bersin-bersin, mengeluarkan lender lewat hidung, kepala
bergoncang-goncang, tubuh kurus dan bulu lusuh. Pengobatannya adalah
dengan diberi suntikan vaksin CRD atau diberi terraplek .
4. Penyakit cacar
Penyakit cacar menyerang merpati ketika terjadi perubahan suhu di
sekitarnya dan ketika ada pengaruh pengap dan lembap kandang atau
sangkar. Gejalanya pangkal paruh terdapat bntil-bintil merah dan berair.
Jika melepuh, bintik itu akan menjadi koreng pada muka burung.
Pengobatannya adalah dengan memberikan suntikan vaksin anti cacar.