Saturday, October 26, 2013

Tambang Emas Dari Ternak Kambing Jawa Randu









Kambing jawa randu adalah kambing persilangan antara kambing ras Etawa dari India dengan Kambing lokal jenis kambing kacang asli dari pulau Jawa. kambing jawa randu memiliki karekteristik yang agak unik, antara lain bisa menghasilkan atau sebagai produsen susu kambing yang lumayan besar, bentuk badan kambing jawa randu berpostur tinggi besar mengikuti bentuk ras Etawa, kambing jawa randu mudah di pelihara dengan berbagai jenis pakan,

Jenis kambhing jawa randu merupakan kambing jenis genjah yang memungkinkan pertambahan bobot berat badannya bisa dipacu dengan waktu yang singkat, untuk itu banyak peternak kambing yang memelihara jenis kambing jawa randu sebagai tambang emas mereka.

Kambing jawa randu lebih banyak terdapat di beberapa daerah seperti Jawatengah, Jogja dan Jawa timur. Selama ini pemanfaatan daging kambing jawa randu lebih banyak kepada supply untuk kebutuhan kuliner sperti warung sate kambing. Para pengusaha warung sate kambing lebih memilih jenis kambing jawa randu karena jenis ini dagingnya tidak banyak mengangung lemak.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, jenis kambing jawa randu menjadi salah satu idola yang banyak dicari untuk dijadikan hewan Qurban. Harga kambing jawa randu berkisar antara 1,5jt sampai dengan 2,2 jt.


Wednesday, October 23, 2013

Cara Budidaya Ternak Kambing

Cara budidaya ternak kambing
Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan. Cara budidaya ternak kambing sudah diajarkan oleh orang tua kita secara turun temurun, dan memelihara kambing tidak terlalu sulit karena pakan cukup tersedia di negeri tercinta ini. Berbagai jenis tanaman dapat digunakan sebagai makanan kambing. Namun dalam melakukan cara beternak kambing yang baik harus memperhatikan makanan apa yang digemari kambing dan memberikan efek maksimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis daun-daunan yang cukup digemari oleh kambing antara lain daun turi, daun lamtoro dan daun nangka. Hal lain yang perlu kita ketahui dalam melakukan tata cara beternak kambing yang baik adalah, kita memastikan untuk mengetahui “ras kambing” yang akan kita ternakkan, hal ini bertujuan agar kita sudah mengetahui sejak awal perilaku, keuntungan dan kerugian beternak “ras kambing” tertentu sehingga kita bisa mengoptimalkan hasil dan meminimalkan resiko. adapun ras kambing alsi Indonesia adalah : 1. Kabing Marica 2. Kambing Samosir 3. Kambing Muara 4. Kambing Kosta 5. Kambing Gembrong 6. Kambing Benggala 7. Kambing Kacang 8. Kambing Etawa Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah kering dan berbukit atau daerah pegunungan, kambing adalah jenis hewan yang takut air, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi 2 type yaitu : 1. Kambing potong (penghasilan daging) 2. Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu) Berdasarkan tujuan pemeliharaan, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi dua yaitu : 1. Kambing untuk pembibitan 2. Kambing untuk penggemukan. Beberapa jenis kambing yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah 1. Kambing Kacang 2. Kambing Peranakan Etawah (PE) Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia, namun cara beternak kambing masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Kambing kacang mempunyai keistimewaan dibandingkan kambing PE yaitu ber anak kembar dan jarak beranak yang lebih pendek. Kambing Marica Kambing Marica tersebar di propinsi sulawesi selatan, kambing marica ini hampir mirip dengan kambing kacang, namun ada perbedaan yaitu penampilan tubuh lebih kecil dibandingan kambing kacang, telinga berdiri menghadap samping arah kedepan, tanduk relatif kecil dan pendek Kambing Samosir Kambing ini dipelihara secara turun temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau samosir, ditengah danau toba, kabupaten samosir, propinsi sumatera utara. Kambing Muara Kambing muara dijumpai di daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara di propinsi sumatera utara. Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan hitam. Bobot kambing muara lebih besar dibandingkan kambing kacang. Kambing Kosta Lokais penyebaran kambing kosta di sekitar jakarta dan propinsi banten, kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek Kambing Gembrong Kambing gembrong tersebar di daerah kawasan timur pulau bali terutama di kabupaten karangasem, ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang, panjang bulu sekitar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih besar dari kambing kacang. Kambing Benggala Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan pulau flores di propinsi nusa tenggara timur. Kambing Kacang Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg. Cara budidaya ternak kambing Kambing Peranakan Etawah (PE) Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawah (asal India) dengan kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Penampilannya mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE merupakan kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). Peranakan yang penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE: telinga panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing PE jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm. Langkah langkah yang harus dikerjakan dalam budidaya ternak kambing 1. Memilih bibit yang baik Pejantan Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal). Betina Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan). 2. mengatur perkawinan kambing Kambing telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan. Tanda-tanda birahi pada kambing betina ; - Gelisah - Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat. - Ekor digerak-gerakan. - Diam bila dinaiki oleh pejantan. - Nafsu makan berkurang. Lama berahi sekitar 30 jam, sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari. Cara budidaya ternak kambing 3. mengetahui waktu untuk mengawinkan Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan anatara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak. 4. menangani kelahiran dengan benar Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, kambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun. 5. Perawatan anak kambing Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri. 6. Menyusui Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan 7. Pendugaan umur Umur kambing dapat diperkirakan dari gigi yang tumbuh : - Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun) - Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun) - Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun) - Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun) - Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun) 8. Memberikan pakan yang baik Pakan kambing secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi. Rumput merupakan sumber tenaga atau energi bagi ternak kambing. Jenis rumput yang umum diberikan ternak adalah rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea. Selain rumput, sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau energi antara lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra. Pakan hijauan: 10% dari berat badan Pakan konsentrat: 0,5 kg Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut: a. Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput b. Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput c. Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh supaya tetap sehat. Garam dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu mineral yang lain dapat dibeli di toko pertanian. Cara Pemberian a. Siapkan ruas bambu dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya. b. Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya. c. Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh. d. Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi garam atau mineral. e. Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang. Air minum dapat diberikan dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari. 9 : Mempersiapkan dan merawat kandang yang sehat Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik. Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk: a. Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang dalam masa kebuntingan. b. Memudahkan dalam pemberian pakan. c. Menjaga keamanan ternak. Ukuran Kandang - Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih) - Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor - Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor - Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak Cara budidaya ternak kambing 10. Dapat mengenali penyakit dan tahu cara mengatasinya Penyakit Cacingan Penyebab Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing pita. Gejala Kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret. Penanganan 1. Obat tradisional a. Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting). b. Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting). 2. Obat pabrikan Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3 bulan sekali. Pencegahan a. Jagalah kandang tetap bersih dan kering. b. Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat kompos. c. Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah). d. Jangan berikan rumput yang masih berembun. e. Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah. Penyakit Kudis (Scabies/Kurap) Penyebab Parasit kulit (Sarcoptes sp) Gejala a. Kulit merah dan menebal. b. Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding kandang. c. Bulu rontok. d. Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher. Penanganan 1. Obat tradisional a. Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh. b. Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x sehari sampai sembuh. 2. Obat pabrikan Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit). Pencegahan a. Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat. b. Bersihkan kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih kandang. c. Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol 2%. d. Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing. Diare Penyebab Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa. Gejala a. Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan. b. Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. c. Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran. Penanganan a. Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat. b. Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam 2,5 liter air dingin yang sudah dimasak. c. Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Pencegahan a. Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare. b. Jagalah kandang tetap bersih. Keracunan Penyebab Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida. Gejala Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan kematian mendadak. Penanganan a. Berikan air kelapa. b. Berikan norit 2-3 tablet. c. Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Pencegahan a. Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun. b. Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot pestisida. Kembung Perut Penyebab Gas yang ditimbulkan oleh makanan (rumput muda). Gejala Perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan. Penanganan Berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut perut kambing. Pencegahan Jangan diberi rumput muda. Info: Kalau anda mau membudidayakan kambing dengan gratis, sekarang ada program pemerintah melalui dinas terkait, baik di tingkat Kabupaten, Propinsi maupun pusat, silahkan ajukan proposalnya kesana. Kalau anda membutuhkan proposalnya yang sudah jadi dan gratis, silahkan Download disini Semoga bermanfaat

TERNAK KAMBING TANPA NGARIT

TERNAK KAMBING TANPA NGARIT! Mengapa Tidak?

MAQONsae - Dulu peternak Indonesia selalu disibukkan untuk mencari rumput dan menggembalakan ternak mereka saja. Sehingga pendapatan mereka hanya sedikit dan menggantungkan hidupnya hanya dari dari hasil jual ternak itu saja. Sekarang sudah banyak beternak kambing tanpa ngarit, tanpa angon, tanpa bau dan rendah kolesterol sehingga aman dikonsumsi oleh penderita darah tinggi, kolesterol tinggi dan lainnya.
Beberapa bulan lalu ketika cara ini di terapkan banyak orang yang merasa heran Mengapa kambing bukannya diberi makan rumput tetapi malah dikasih limbah yang berupa kulit kacang hijau, kulit jagung, kedebok pisang dan ditambah katul sedikit. Ada beberapa orang yang merasa kasihan kepada kambing tersebut kemudian dicarikan rumput dibelakang rumah untuk pakannya. Ketika aku tahu kejadian itu, maka mereka saya beri tahu, bahwa kambing itu sengaja di beri pakan limbah yang sudah di fermentasi selama 24 jam kemudian bisa diberikan untuk selamanya, selama persediaan masih cukup asalkan tidak kena sinar matahari langsung dan tidak terkena hujan fermentasi tersebut masih baik buat pakan kambing.
Setelah mereka tahu kemudian selanjutnya ikut mengamati perkembangan setiap harinya , mereka sepertinya heran kenapa hanya diberi pakan seperti itu, tanpa di kasih rumput segar ternyata perkembangannya sangat cepat besar dan sehat. Lebih heran lagi ternyata kotoran dan urinnya tidak bau sama sekali, dan inilah yang sangat di harapkan oleh para peternak kambing.
Bahkan beberapa peternak juga saya ajak ke tempat peternak yang lainnya untuk melihat hasil penyembelihan kambing yang sudah mengikuti cara tersebut, ternyata lemaknya hanya sedikit sekali, Kata orang yang ikut memotong daging kambing tersebut lemaknya hanya ada di sekitar ekor saja.
Menurut salah satu peternak, cara membuat pakan alternatif  dilakukan dengan  membuat pakan sekaligus dalam jumlah banyak sehingga ketersediaannya cukup untuk beberapa minggu. Tentu pemilihan tehnologi dan bahannya menjadi syarat utama.
FERMANTASI
Tehnologi fermentasi pakan bisa menjadi pilihan mudah. Alasannya, bahan baku bisa dari berbagai daun dan jenis rumput kering atau limbah pengolahan kedelai (menjadi tahu atau tempe). Bisa juga dari gedebok pisang ditambah bekatul. Semua bahan itu dicampur lalu difermentasi selama minimal 3×24 jam. Hasilnya adalah makanan ternak  fermentasi yang lebih awet dengan bau khas dan kandungan karbohidrat, protein dan vitamin cukup stabil.
Pemberian pakan secara teratur dengan jumlah seimbang antara berat pakan dan berat hewan membuat hewan ternak menjadi terpelihara secara lebih baik. Masalahnya adalah bagaimana membuat pakan ternak dari bahan seadanya seperti tersebut di atas secara cepat, banyak dan berkelanjutan sampai usia ternak mencukupi sesuai harapan baik untuk dijual maupun untuk bibit.
Mau tau cara buat pakan ternak fermentasi ini?
MEMBUAT PAKAN FERMENTASI
Cara  yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak adalah fermentasi dengan  menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (contohnya: starbio, starbioplus, EM-4 dan lain-lain).
CARA KE I
BAHAN DAN UKURAN:
  • 1000 Kg : jerami padi atau jerami jagung atau jerami kedelai (titen Jawa)
  • 20-25 Lt : tetes bila tidak ada dapat diganti gula
  • 6-7 Lt : STARBIO, bila di daerah belum ada dapat diganti dengan EM4.
  • 5-6 Kg : Urea untuk menambah kandungan protein makanan
  • 250-300 Lt. : Air untuk melarutkan starbiodan tetes/15Lt untuk jerami basah
PERALATAN:
  • Silo tempat untuk fermentasi dapat berupa tembok semen, bis semen, drum sesuai kemampuan dan jumlah ternak
  • Alat pemotong sabit atau sejenisnya
  • Ember atau timba, gembor, terpal plastik atau karung plastik
CARA MEMBUAT
  1. Sediakan silo dari bis beton disusun dua atau tiga, bila memakai drum bagian dalam supaya dicat agar tidak berkarat
  2. Jerami kering atau bahan-bahan kering yang telah ada dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 25 cm sejumlah isi silo yang ada
  3. Larutkan tetes dan urea serta Satarbio dengan air menjadi satu sesuai perbandingan bahan-bahan di atas.
  4. Siapkan terpal plastik untuk alas menjcampur antara jerami dengan campuran tets starbio dan air.
  5. Jerami yang sudah dipotong ditaruh di atas terpal sedikit demi sedikit sambil disiram larutan air tetes dan starbio sesuai perbandingan di atas sampai merata dan jerami kelihatan basah.
  6. Setelah jarami benar-benar telah disiram rata dengan larutan tersebut, jerami dimasukkan ke dalam silo sedikit demi sedikit sambil dimampatkan/diinjak-injak supaya padat.
  7. Setelah mampat (padat) silo ditutup hingga rapat betul
  8. Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat mulai diberikan pada ternak sesuai dengan kebutuhan dan selama bahan tersebut belum habis setelah mengambil bahan dari silo supaya ditutup kembali dengan rapat
  9. Penempatan silo supaya terhindar dari genangan air, terhindar dariterik matahari dan air hujan tidak boleh masuk ke dalam silo
CARA MEMBERIKAN:
  • Pemberian diberikan dua kali pagi dan sore dengan ukuran: boot kambing x 3% pakan kering (jerami yang telah difermentasi)
  • Ditambah makan tambahan berupa katul yang baik (kualitas I) sebanyak 0,5 kg/ekor
KETERANGAN:
  • Apabila waktu petama kali tenak diberi pakan tersebut tidak langsung mau supaya dilatiih sedikit demi sedikit sampai mau makan dengan lahap
  • Agar ternak cepat gemuk perlu diberi makan lain yang kadar proteinnya tinggi seperti pemberian katul konsentrat
  • Air minum supaya tetap tersedia (jangan sampai telat)
SOC atau Suplemen Organik Cair merupakan suplemen khusus dari Kami untuk menyehatkan binatang ternak Anda. Dengan SOC, Anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan. SOC membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda dan mengurangi angka resiko kematian di hewan ternak.  SOC membantu hewan ternak Anda untuk meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.
SOC merupakan suplemen terbaik saat ini.  Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging, sebab SOC memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak.  Selain produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan. SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan, sehingga SOC dapat mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lain seperti kambing dan sapi.span>
SOC Dapat pula membuat Fermentasi Jerami, Kedebog,dll sehingga Pakan bisa bertahan lama untuk pakan Hewan. Sehingga kita tidak perlu ngarit setiap saat dan tidak perlu angon. SOC terbukti menghilangkan Bau Kotoran, dengan Pola HCS menggunakan SOC kenaikan bobot kambing 2,5kg/Mgg.span>

Sunday, October 13, 2013

CARA BETERNAK BELUT SEBAGAI USAHA SAMPINGAN.

CARA BETERNAK BELUT SEBAGAI USAHA SAMPINGAN.


Beternak Belut atau Budidaya Belut merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi atas daging belut yang enak dan bergizi karena terbatasnya belut yang hidup secara alami di alam liar. Kali ini saya akan berbagi informasi tentang bagaimana cara Beternak Belut atau Budidaya Belut sebagai salah satu alternatif usaha sampingan.
content/uploads/2012/06/Berternak-Belut-atau-Budidaya-Belut-2.jpg" style="color: #d1512a; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-decoration: none;">Berternak Belut atau Budidaya Belut



Keuntungan Budidaya Belut

Bisnis Beternak Belut atau Budidaya Belut bisa dilakukan sebagai usaha sampingan yang menawarkan keuntungan yang cukup menjanjikan, belut juga dipasarkan ekspor ke beberapa negara. Dengan menekuni bisnis Beternak Belut atau Budidaya Belut banyak pemula yang belum mengetahui seluk beluk teknik Beternak Belut atau Budidaya Belut sehingga kurang memberikan hasil yang memuaskan.

Kendala Budidaya Belut

Ada beberapa kendala kasus yang sering ditemui dalam melakukan Beternak Belut atau Budidaya Belut, diantaranya permasalahan tersebut misalnya adalah belut tidak bisa besar, belut banyak yang mati dan lain-lain. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, perlu pengetahuan teknik Beternak Belut atau Budidaya Belut yang cukup.

Media Budidaya Belut

Media pemeliharaan untuk Beternak Belut atau Budidaya Belut bisa berupa kolam semen, kolam terpal dan bahkan drum bekas yang penting belut tidak lari keluar media. Ukuran kolam juga disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan tentunya ini berkaitan pula dengan bibit belut yang akan di tebar. Selain itu kolam untuk Beternak Belut atau Budidaya Belut diupayakan menyerupai habitat aslinya, untuk membuat demikian media pada kolam diisi dengan tanah sawah atau lumpur kolam yang sudah dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos atau sekam/gabah padi yang sudah dibusukan, bisa juga dengan jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk orea dan pupuk NPK.
Penempatan media tersebut di atas dilakukan dengan perbandingan:
  1. Lapisan pertama paling bawah jerami padi dengan tinggi/tebal 5 cm, ditaburkan secara merata pupuk orea 5 kg dan pupuk NPK 5 kg, untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm, apabila kolam nya lebih besar atau lebih kecil ukuran nya dari ukuran ini perbandingan pupuk di atas bisa menjadi acuan.
  2. Lapisan kedua tanah atau lumpur setinggi 5 cm.
  3. Lapisan ketiga pupuk kandang setinggi 5 cm.
  4. Lapisan keempat pupuk kompos setinggi 5 cm, untuk lapisan keempat tanah atau lumpur  tinggi 5 cm.
  5. Lapisan kelima adalah lumpur cincangan batang pisang setinggi 10 cm.
  6. Lapisan keenam adalah tanah  lumpur setinggi 10 cm.
  7. Lapisan ketujuh adalah air setinggi 10 cm dan di atas air ditanami secara merata tumbuhan enceng gondok sampai menutupi 3/4 permukaan kolam.
Setelah semua media terisi didalam  kolam diamkan media pemeliharaan tersebut selama 2 minggu agar seluruh media mengalami fermentasi dan setelah 2 minggu selesai proses fermentasi nya maka, benih atau bibit belut dapat dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut.

Memilih Bibit Belut

Selanjutnya untuk mengoptimalkan hasil panen Beternak Belut atau Budidaya Belut diperlukan teknik pemeliharaan bibit yang baik dan tepat sehingga memperoleh belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan up normal. Benih belut yang dipilih harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus yaitu tidak ada luka bekas gigitan
  • Gerakan tubuh lincah dan agresif
  • Penampilannya sehat yang di ciri kan dari tubuhnya yang keras tidak lemas jika dipegang
  • Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan dan usianya sekitar 2 bulan atau 4 bulan.

Fakta seputar kehidupan belut.

Belut mempunyai kelamin ganda pada kehidupannya, belut menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. Belut muda selalu berkelamin betina, sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan dan karena sifat-sifat belut serupa itu, maka pada belut bisa mengalami masa kosong kelamin atau disebut banci. Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri.

Makanan Belut :

Secara alamiah belut memakan berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air seperti serangga, siput, dan juga cacing anak katak serta anak ikan. Jadi belut tergolong hewan karnivora yaitu ikan pemakan binatang lain. Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain protozoa atau hewan bersel satu, microcrustacean atau udang-udangan renik, invertebrata, microscopic atau hewan-hewan tak bertulang belakang yang keci-kecil sedangkan belut yang mulai dewasa memakan larva-larva serangga, cacing, siput, berudu kodok dan benih-benih ikan yang masih lemah.
Karena belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut mencari makanan. Untuk itu belut menyergap mangsanya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini dibuat dengan menggali lumpur baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa. Lubang penyergap ini bergaris tengah 5 cm dan memanjang seperti terowongan bentuk lubang mula-mula tegak kebawah lalu membengkok dan mendatar.

Pemanenan Budidaya Belut

Untuk memanen belut diperlukan ketepatan waktu panen diperlukan wadah penampung juga perlu disiapkan untuk membawa belut hasil panen dilokasi penjualan. Belut siap panen untuk kebutuhan pasar lokal dari mulai penaburan benih sampai pemanenan minimal 3 bulan dengan jumlah per kg sekitar 20-30 ekor. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar ekspor dari mulai penaburan benih minimal 8 bulan dengan jumlah per kg nya dibawah 7 ekor.
Itulah berbagai tahapan dan teknik Beternak Belut atau Budidaya Belut sebagai usaha sampingan, saya berharap informasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta bahan referensi jika anda ingin mencoba usaha baru.

Friday, October 4, 2013

Cara Budidaya Ikan Lele




Ternak lele bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Tidak hanya menghasilkan uang bagi para petani lele, ternak lele juga dapat melepas kejenuhan setelah bekerja bagi profesional yang memiliki kesibukan lain.
Memelihara lele sebenarnya mudah dan relatif murah. Sayangnya, tidak banyak orang yang benar-benar paham cara beternak lele, sehingga kegiatan yang seharusnya membuat senang, justru malah membuat stres karena lele-lele peliharaannya pada mati semua.
Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang dapat anda lakukan untuk mulai melakukan kegiatan ternak lele di lingkungan sekitar rumah anda secara benar dan tanpa stres. Langkah-langkah ini sengaja kami buat untuk para peternak lele pemula yang mendambakan peternakan lele yang menghasilkan dan tidak memakan banyak biaya.

Persiapan Sebelum Ternak Lele

Persiapan Kolam

Lele anda membutuhkan medium untuk tempat hidup. Untuk pengadaan kolam lele yang kecil dan murah, anda bisa menggunakan kolam terpal sebagai media hidup ikan lele. Ukuran kolam lele terserah anda, tergantung luas lahan yang anda miliki. Kolam terpal rumahan pada umumnya berukuran 2 x 4 meter atau 3 x 5 meter.
Tentu saja kolam terpal memiliki keunggulan dan kerugiannya. Silakan lihat halaman ini jika ingin tahu tentang kelemahan dan keunggulan kolam terpal untuk usaha ternak atau budidaya ikan lele.
Setelah anda mengerti keunggulan dan kelemahan kolam terpal, ada baiknya anda juga mengetahui kriteria kolam lele yang ideal. Kolam lele yang ideal haruslah tepat konstruksinya, tepat kualitas airnya, dan tepat perawatannya. Artikel mengenai kolam lele di atas amatlah tepat sebagai bahan referensi yang dapat membantu anda dalam proses pembuatan kolam terpal untuk ikan anda.
Ingatlah bahwa kualitas kolam anda akan sangat mempengaruhi keberhasilan proses ternak lele anda. Oleh karena itu, pelajari bagian persiapan kolam ini baik-baik jika ingin meraup untung yang sebesar-besarnya dari usaha budidaya dan ternak lele.

Persiapan Bibit & Jenis Lele

Setelah anda menyiapkan kolam untuk lele anda, kini saatnya anda mempersiapkan bibit lele yang berkualitas untuk kolam anda. Bibit lele yang berkualitas sama pentingnya dengan proses persiapan kolam untuk lele. Pastikan bibit lele yang anda beli tidak cacat, berwarna kilau, dan lincah.
Untuk bibit lele yang berkualitas, anda dapat memperolehnya dari petani lele di sekitar anda atau anda dapat beli bibit lele di BeliLele.com secara langsung untuk mendapatkan bibit lele berkualitas yang murah dan bergaransi.
Bibit lele yang berkualitas biasanya datang dari jenis yang juga berkualitas. Kami tim BeliLele.com menyarankan lele tipe phyton untuk dimanfaatkan dan diternakkan dibanding jenis lele lainnya. Untuk melihat perbandingan antara lele phyton dan sangkuriang dan keunggulan lele phyton dibandingkan jenis lele lain, anda dapat membaca artikel lele phyton vs lele sangkuriang ini.
Bibit yang sehat tidak serta merta menjanjikan kesuksesan untuk anda jika anda tidak tahu cara merawatnya. Artikel ini membahas mengenai bagaimana cara merawat bibit lele, cara menebarkan, waktu penebaran yang benar, dan lain-lain yang berkaitan mengenai cara menebar bibit lele.

Sekian info dari saya terimakasih.....

Thursday, October 3, 2013

Cara Budidaya Hamster dan Beternak Hamster

Cara Budidaya Hamster dan Beternak Hamster

beternak hamster, budidaya hamster, merawat hamster

     Cara beternak hamster dan budidaya hamster yang baik, pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu karakteristik hamster tersebut atau memahami kehidupan hamster. Untuk perkembangbiakkan hamster siria sebetulnya tidak jauh berbeda dengan hamster yang lain, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengembang biakkan hamster ini

      Cara beternak hamster bisa dikatakan susah-susah mudah. Seekor hamster pada umumnya akan melahirkan 6-10 ekor anak dalam sekali kawin, namun untuk mencapai hasil yang maksimal seperti itu kita harus terlebih dahulu mengetahui kualitas dan umur induk betina dan jantan.
       Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih induk betina dan jantan seperti, pilihlah induk betina yang memiliki postur tubuh yang sehat dan berumur 4-11 bulan. Apabila betina berumur kurang dari 3 bulan, anak yang akan dihasilkan akan lemah karena pertumbuhannya kurang maksimal.

Untuk seekor hamster siria betina masa kawinnya adalah setiap 4 hari sekali , dan biasanya hamster betina ini hanya mau kawin pada waktu malam hari sekitar pukul 20.00 sampai pagi.
Ciri hamster betina siria untuk siap dikawini seperti, menggaruk garuk punggungnya dan suka mengangkat ekornya keatas dengan mata setengah tertutup.
Proses kawin hamster
      Proses kawin pada hamster biasanya diawali dengan hamster jantan yang menjilati hamster betina dan mendorongnya untuk mendapatkan posisi terbaik. Setelah itu proses kawin dilakukan berulang kali serta diselingi beberapa proses penjilatan diri sendiri maupun pada betinanya.
Proses kawin itu biasanya berjalan selama 15 menit, kemudian hamster betina akan membersihkan dirinya sendiri.

Apabila proses perkawinan berhasil biasanya hamster betina akan melahirkan anak-anaknya dalam kurun waktu 16 hari setelah proses perkawinan.

Ciri hamster betina yang sedang hamil
      Apabila hamster betina sedang hamil bisa dicirikan sebagai berikut, hamster betina akan menjadi galak dan lebih agresif serta akan menolak kehadiran hamster jantan yang mendekatinya.
Perut hamster betina akan membesar dalam waktu 10 hari dan putting susunya akan terlihat muncul keluar.

Jika tanda-tanda tersebut sudah tampak, maka segeralah pisahkan betina tersebut dalam kandang husus.  Untuk menjaga proses melahirkan supaya lancar , maka sediakan kandang husus dan jauhkan dari tempat keramaian. Tidak sedikit kejadian induk hamster memakan anaknya yang baru lahir hal itu diakibatkan karena suasana disekitar  kandang hamster betina terlalu ramai atau sering dilalui orang.

Setelah hamster beranak , kandang harus selalu sering dibersihkan, karena pada masa ini hamster betina  akan segera membuat sarang dengan cara mengumpulkan serutan-serutan kayu disebuah sudut.

Pemberian makanan pada hamster yang telah melahirkan
       Pemberian makanan yang bergizi pada induk hamster yang baru melahirkan sangat penting.
Makanan yang diberikan kepada hamster yang melahirkan atau sedang menyusui diantaranya,pellet, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang dipormulasikan husus untuk hamster. Dan berikan tambahan makanan seperti ikan rebus dan telur rebus sebagai penambah protein dan kalsium, karena gizi yang baik yang sangat dibutuhkan bagi induk yang sedang hamil dan meyusui.

Cara Ternak Sapi Pedaging atau Beternak Sapi

Cara  Ternak  Sapi Pedaging atau Beternak Sapi

cara beternak sapi, ternak sapi, beternak sapi pedaging, cara ternak sapi pedaging

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas cara memelihara sapi, pada postingan kali ini kita akan berlanjut membahas cara beternak sapi atau ternak sapi pedaging.
Setelah kita mendapatkan sapi indukan yang berkualitas (ciri-ciri berkualitas bisa di baca di postingan Cara Memelihara Sapi) kita harus menegetahui tanda-tanda sapi pedaging betina yang sudah memiliki birahi dan siap di kawinkan, tanda-tandanya:

1.    Sapi selalu gelisah dan ribut
2.    Mencoba menaiki sapi lain
3.    Biasanya nafsu makan berkurang
4.    Vulva (alat kemaluannya) membengkak dan kemerah-merahan
5.    Dari vulva keluar cairan yang bening
6.    Membiarkan dinaiki temannya atau oleh pejantan

Proses Perkawinan

Sapi supaya memperoleh keturunan biasanya ada dua macam proses perkawinan, yang pertama prooses secara alami (sapi betina langsung dikawinkan denggan sapi jantan) dan yang kedua proses Inseminasi Buatan (IB) atau sering dikenal kawin suntik. Proses kawin suntik biasanya mengambil air mani (sperma) jantan yang berkualitas kemudian disuntikan ke sapi betina yang sudah birahi.

Proses kawin dengan inseminasi buatan ini banyak dilakukan oleh para peternak sapi, selain prosesnya mudah para peternak tidak usah memelihara sapi jantan. Air mani yang berkualitas bisa kita dapatkan di dinas peternakan terdekat.

Sapi betina akan mengalami birahi pada waktu-waktu tertentu saja, dan tidak bisa kita perkirakan sebelumnya. Untuk itu kita harus mengetahui waktu kapan yang baik untuk mengawinkan sapi setelah mengalami birahi, di bawah ini ada tabel waktu untuk mengawinkan sapi:


Waktu Birahi terjadi
Waktu mengawinkan  yang baik
 Waktu terlambat
Pagi - pukul 10.00
Siang - sore hari itu juga
Besok pagi harinya
Siang - pukul 13.00
Sore hari atau besok paginya
Besok paginya lebih dari pukul 08.00
Sore atau malam hari
Malam hari itu juga atau keesokan harinya sampai puku 10.00
Besok lebih dari pukul 10.00
Sapi yang sudah birahi harus secepatnya dikawinkan karena menunda sapi yang sudah birahi atau siap kawin akan berperngaruh pada penimbunan lemak sekitar indung telur yang mengganggu proses pembentukan sel telur.

Tetapi sapi yang dikawinkan terlalu awal akan berdapak juga pada keturunannya, seperti anak sapi yang dilahirkan sering kurang sehat, si induk akan menjadi kerdil, dan pada waktu kelahiran akan mengalami kesulitan.

Macam-macam Perkawinan

1.    Perkawinan murni (inbreeding), yaitu perkawinan antara sapi-sapi pedaging yang berasal dari satu keluarga, seperti anak dengan anak, bapak dengan anak atau anak dengan ibu.

2.    Perkawinan silang/blasteran (Crossbreeding), yaitu perkawinan antara sapi-sapi pedaging dari dua jenis yang berbeda. Misalnya sapi Brahman dengan sapi Jawa. Cara ini biasanya digunakan untuk meningkatkan mutu sapi pedaging local supaya mendapatkan keturunan yang lebih baik dan besar.

Cara Memberikan Makanan

Untuk jenis sapi pedaging ini pemeberian makanan harus benar-benar diperhatikan, seperti halnya pemberian konsentrat (penguat) yang merupakan campuran dari berbagai bahan makan dan umbi-umbian, sisa hasil pertanian, sisa hasil pabrik, dan lain-lain yang mempunyai nilai gizi cukup dan mudah dicerna oleh sapi.

Sedangkan jenis rumput yang baik untuk sapi pedaging ini yaitu rumput gajah dan rumput benggala. Untuk perbandingan pemberian makanan untuk sapi pedaging ialah rumput 73,6% dan konsentrat 26,2%. Tetapi kita juga harus mengetahui apakah sapi tersebut digembalakan atau dikandang terus.

Ransum

Ransum yaitu campuran dari berbagai macam bahan makanan, baik berasal dari hijauan, biji-bijian, umbi-umbian, hewan, dan lain-lain. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup ternak, baik dalam jumlah maupum kualitas
Dosis makanan untuk sapi dengan berat badan 350 kg :

Bahan Makanan
Bahan Kering (BK/kg)
Protein Dapat Dicerna (PDD/kg)
TDN (kg)
3 kg rumput lapangan
7,7
0,63
6,30
2 kg dedak halus 
1,78
0,13
0,90
0,5 bungkil kelapa
0,44
0,19
0,47
37,5 kg ransum
9,92
0,85
7,67
Standar kebutuhan
8,89 - 10,07
0,66 - 0,73
6,40 - 7,21

Kandang Sapi

Kandang sapi yang baik akan berpengaruh terhadap perkembangan sapi itu sendiri walaupun hal ini sering dikesampingkan oleh sebagian para peternak. Sapi yang memiliki kandang yang baik akan mudah dikontrol terutama dari segi kesehatannya.

Lokasi kandang yang baik

  1. Terkena sinar matahari, tidak becek dan lebab
  2. Agak jauh dari rumah kita atau rumah tetangga
  3. Sesuaikan ukuran dengan umur sapi. Untuk sapi betina  dewasa 1,5 x 2 m, sapi jantan dewasa 1,8 x 2 m, sapi muda 1 x 2 m, anak sapi 1,5 x 2 m.

Perlengkapan kandang dan alat-alat, seperti:

  1. Tempat makan sapi
  2. Tempat minum sapi
  3. Keranjang rumput
  4. Sapu, sikat, sabit
  5. Alat pengangkut kotoran

Penyakit Sapi

Sapi merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perhatian lebih dari segi kesehatannya, tidak sedikit para peternak yang tidak mengetahui jenis-jenis penyakit pada sapi yang dapat mematikan sapi tersebut. Supaya ternak sapi kita dapat terhindar dari penyakit kita harus mengetahui jenis-jenis penyakit pada sapi dan cara menanggulanginya.

1.    Antrrax 1 (Radang Limpa)

Penyebab: Bakteri yang disebut Bacillus antharis. Sporanya tahan sampai 20 tahun
Gejala:
•    Dalam keadaan mendadak gejala ini tidak tampak, demam tinggi kemudian menjadi dingin kembali, badan gemetar dan lemah.
•    Sukar bernapas, kadang-kadang mencret berdarah.
•    Kebengkakan di bawah kulit leherr, dada, dan perut.
•    Sapi mati mendadak dan keluar cairan darah dari lubang hidung, mulut, dan dubur.
Pencegahannya: Vaksinasi yang teratur setiap 6 bulan sekali
Pengobatan: sapi yang sakit atau yang sudah mati jangan disembelih, bakar dan lapor ke Dinas Peternakan

2.    Apthae Epizootica (penyakit mulut dan kuku/AE)

Penyebab: Virus
Penularan:
•    Kontak langsung dengan sapi/domba/kambing yang terkena sakit AE
•    Kontak dengan ternak yang habis sakit AE (carrier)

Gejala:
•    Timbul lepuh-lepuh pada selaput lender, bibir, dan gusi
•    Demam
•    Napsu makan turun
•    Banyak keluar air liur
•    Dicelah kuku terjadi luka, akibatnya sapi pincang bahkan ada yang sampai tidak bisa jalan.

Pencegahan: Vaksinasi dengan vaksin AE 6 bulan sekalitan
Pengobatan:
•    Sapi yang sakit dipisahkan, kemudian diobati dengan anttibiotik/obat sulfat.
•    Kandang dan peralatannya didisinfeksi dengan larutan disinfektan caustic soda 2%

3.    Septichaemia Epizootica (penyakit ngorok/SE)

Penyebab: Semacam bakteri yang disebut Pasteurella multocida
Penularan: Biasanya melalui alat pencernaan (makanan/air minum), serangga, dan luka.

Gejala:

•    Timbul bengkak di daerah leher dan dada
•    Panas badan naik
•    Napsu makan berkurang
•    Lidah bengkak dan menjulur keluar
•    Mulut berbuih dan menganga terus
•    Sulit bernapas dan bersuara seperti mengorok

Pencegahan: Vaksinasi dengan vaksin SE tiap 6 bulan sekali
Pengobatan: Dengan antibiotika atau serum SE
Dan ada beberapa jenis penyakit lagi yang belum sempat saya ketahui . tunggu aja infonya....

Cara Ternak Merpati Beternak Burung Merpati

Cara Ternak Merpati Beternak Burung Merpati


cara ternak merpati, beternak burung merpati, ternak merpati
        Banyak para pecinta burung merpati yang ingin memperbanyak burung kesayangannya dengan cara ternak merpati atau beternak sendiri. Untungnya burung yang sering dilombakan dalam "kecepatannya" ini selain banyak digemari mudah juga untuk  diternakan secara tradisional.
Dengan mudahnya merpati diternakan, banyak para pecinta merpati yang menekuni cara ternak merpati secara fropesional. Karena selain cukup mudah berkembang biak, para peternak menilai bisnis burung yang satu ini cukup menjanjikan.
Pembibitan Merpati
Merpati biasanya bertelur paling banyak 3 butir, namun yang lebih sering adalah 2 butir. Setelah telur menetas, si betina dan si jantan akan menjaga  piyiknya secara bergantian hingga piyik itu cukup umur serta mampu terbang dan mencari makanan sendiri.Tulang piyik yang masih muda lambat laun akan semakin kuat dan akhirnya siap untuk terbang mencari makanan sendiri dan mencari pasangannya sendiri. 
Setelah cukup umur dan mampu terbang sendiri, anak merpati harus dipisahkan  dari induknya.. pemisahan ini dilakukan supaya anak merpatiyang tumbuh dewasa itu aktif terbang dan mampu mencari kandang yang akan dipilihnya. Dengan demikian, anak merpati cepat tumbuh dewasa dan mampu berdikari
Pemeliharaan Merpati
Pemeliharaan merpati yang berkesan adalah pemeliharaan yang berawal dari penetasan telur. Untuk menetasakan telurnya, burung merpati memerlukan waktu sekitar 20 sampai 22 hari. Anak-anak merpati atau piyik memiliki bulu-bulu halus yang disebut bulu kapas disekujur tubuhnya. Bulu itu tampak berwarna kuning keputih-putihan. Ketika kaki-kakinya belum kuat, anak-anak merpati dalam posisi mendekam. Anak merpati masih disuapi oleh induk atau bapaknya.

Selama pertumbuhan kea rah dewasa, usahakan anak merpati ditempatkan pada kandang-kandang yang cocok untuk proses adaptasi, baik dengan suhu  di sekelilingnya ataupun tingkat keselamatannya. Kondisi sekelilingnya jangan terlalu dingin dan jangan terlalu panas. Biasanya ketika suhu terlalu panas, paruh senantiasa tampak terbuka seperti kehausan. Jika hal itu terjadi, berarti suhu sekelilingnya tidak nyaman.

Setelah kira-kira berumur antara 2 sampai 3 bulan, anak merpati tersebut perlu diberi imunisasi. Selang beberapa hari setelah itu anak merpati dicampur baurkan dengan sekelompok anak merpati lain pada kandang sampai nanti terjadi proses saling menemukan jodoh dan berpasangan.  Bila sudah berpasangan, langkah selanjutnya adalah kita mulai memisahkan sepasang merpati tersebut dengan cara sim jantan dilepaskan. Mula-mula pelepasan tersebut dilakukan dari jarak dekat. Kemudian makin lama makin menjauh jaraknya.

Dalam proses pemeliharaannya, merpati tersebut harus senantiasa dapat bergerak bebas dan leluasa. Peternak tidak usah merasa khawatir merpati itu akan hilang. Walaupun dilapsakan bebas sebebas-bebasnya, merpati akan tahu dan pasti kembali pulang ke rumah atau kandang tempat tinggalnya.
Jenis makanan Merpati
Merpati sangat bergantung pada manusia. Merpati biasanya mendapatkan makanan dari manusia.Merpati sering terbang jauh mengembara mencari pasangan dari kelompok lain dan berpindah ke pagupon lain yang bukan rumahnya. Perpindahan itu karena si jantan tertarik pada betina dari kelompok lain. Merpati termasuk jenis burung pemakan biji-bijian, seperti gandum, cantel, jewawut, beras. Jagung, gabah, kacang panjang, kacang tanah, dan sebagainya. Merpati juga membutuhkan sejumlah vitamin dan mineral yang khusus untuk burung.  
Untuk melancarkan pencernana terkadang perlu diberi butiran kulit kerang atau tiram sebagai makanan berbentuk grit. Di dalam lambung pengunyah pada merpati terkadang sudah terdapat kerikil kecil-kecil atau butiran-butiran pasir. Jadi jangan heran apabila melihat burung-burung merpati sedang mematuk batu-batu kerikil atau butiran pasir bahkan pecahan genteng dan kulit kerang di tanah lapang.
Kandang atau Pagupon
Dalam usaha pemeliharaan atau peternakan hewan apa saja kita perlu memperhatikan kandang sebagai tempat tinggal hewan yang dipelihara. Kandang merpati jelas sangat diperlukan untuk berteduh, beristirahat tidur, dan mengembangkan keturunannya. Oleh karena itu, apabila kita hendak beternak merpati, kita harus membuatkan kandang atau pagupon untuk tempat tinggalnya.

Pagupon atau kandang merpati dibuat sesuai dengan jumlah burung merpati yang dipelihara. Bahan yang dipakai dapat berupa papan kayu, triplek, multiplek, hardboard, bamboo, hardplek atau kardus, yang dipotong-potong sesuai dengan keberadaaan merpati. Bentuk kandang adalah seperti rumah-rumahan yang disekat-sekat dengan papan untuk dibuat kamar-kamar pemisah. Bentuk kandang dibuat sederhana, bersussun atau berbentuk sangkar.

        Penyakit dan Cara Penanggulangan

Penanggulanagn penyakit dapat dibedakan menjadi dua kegiatan, yaitu pencegahan dan pemberantasan.
Kegiatan Pencegahan Penyakit
Kegiatan pencegahan penyakit berpusat pada upaya pembersihan kandang dan sangkar serta pemebrian vaksin terhadap merpati tersebut. Pembersihan yang dimaksudkan adalah upaya menjaga agar kandang dan sangkar tidak kotor dan tidak terjangkit dari kuman, baksil, bakteri,protozoa, maupuin hama. Selain itu perlu dilakukan penyemprotan kandang dan sangkardengan obat antiseptic ataun larutan air kapur dan rendaman tembakau. Kedua bahan tersebut dapat membasmi jamur, kuman, bakteri, baksil, protozoa, kutu dan rengat. Penyemprotan ini dilakukan setiap 2 minggu sekali secara rutin.

Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1.    Menetaskan melalui lubang mata
2.    Meneteskan melalui lubang hidung
3.    Mencampurkan ke dalam air minum atau makanan yang sebelumnya telah diremdam di dalam larutan vaksin
4.    Malalui suntikan dip aha atau bagian perut

Hal- Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak dalam melalukan vaksinasi:

  • 1Kosongkan tempat air minum kira-kira satu jam sebelum melakukan vaksinasi, agar merpati betul-betul haus
  • Bersihkan tempat minum dari segala kotoran, tetapi jangan menggunakan bahan sanitasi. Kalu perlu cukup dengan air panas
  • Pakailah air bersih atau aquades. Siapkan tempat atau bejana unntuk pencampuran vaksin, yaitu larutan skim milk dan air aquades
  • Buatlah larutan vaksin dengan dosis 1.000 cc dala4m 20 liter air aquades
  • Buatlah larutan skim milk 50 cc dalam satu liter air aquadesw
  • Campurkan satu liter larutan skim milk dengan 20 liter larutan vaksin. Vaksinkan larutan itu ke merpati tersebut. Penambahan larutan skim milk tersebut berguna untuk menetralisir bahan-bahan sanitasi yang mungkin masih melekat tertinggal dalam bejana, sehingga dikhawatirkan dapat menurunkan daya kerja vaksin yang dimaksud.
  • Sisa vaksin yang sudah tidak dipakai sebaiknya dibuang ke dalam lubang dan ditimbun. Kemudian sisa vaksin yang belum dioplos bisa disimpan pada tempat yang telah dianjurkan
  • Hindarkan vaksin dari sinar panas matahari secara lanmgsung
  • Jangan gunakan vaksin-vaksin yang sudah kadaluarsa
  • Berikan vaksin sesuai dngan dosis yang dianjurkan
  • Jika vaksin dicampurkan ke dalam air minum, berikan tempat yang cukup. Tempat seperti itu memungkinkan merpati dapat meminumnya dengan leluasa sepuas- puasnya.
  • Apabila semua air campuran vaksin sudah habis, segera tambahkan air minum  yang masih segar
  •  Lakukan pencatatanad mengenai jenis vaksin dan tanggal pemberian vaksin

B.    Penanggulangan penyakit dan Hama
Penyakit yang diderita setiap unggas, termasuk merpati, dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

1.    Penyakit karena kekurangan vitamin
Penyalit kekurangan vitamin disebut penyakit avitaminosis. Penyakit inoi sering menyerang unggas peliharaan, karena keteledoran peternak dalam pemberian menu makanan. Penyakit avitaminosis terdiri atas penyakit gila, penyakit dermatitis, penyakit pengkor, penyakit rachitis, dan penyakit perois

2.    Penyakit karena virus, bakteri, dan kuman
a.    Penyakit karena virus

1.    Penyakit NCD (New castle Deseases)
Gejala penyakit ini adalah tampak lesu. Tidak ada nafsu makan, mengantuk, kepala tertunduk, kotoran putih dan padat seperti kapur, bulu tampak berdiri lusuh, muka pucat, cupung, dan pial (jengger) tampak kebiru-biruan tembolok membesar dan mengeras, mulut mengeluarkan lender dan berbau, tubuh gemetar dab berputar-putar, berjalan mundur sempoyongan leher terkulai, dan akhirnya mati dengan cepat. Pengobatannya teramat sulit, namun sebelum gejala-gejalanya semakin parah merpati dapat diberi suntikan vaksin NCD Aktif Strain F, vaksin NCD Aktif strain Komarov,atau vaksin NCD In aktif.

2.    Penyakit Bronchitis

Penyakit bronchitis penyewrang alat pernapasan. Gejalanya adalah hidung merpati mengeluarkan lender, bersin-bersin, napas berbunyi, merpati tampak lesu. Pengobatannya adalah dengan member suntikan vaksin bronchitis

3.    Penyakit CRD (Cronic Respiratory Deseases)
Penyakit cronic Respiratory Deseases adalah penyakit yang menyerang alat pernapasan secara kronis. Gejalanya adalah merpati menurun nafsu makannya, bersin-bersin, mengeluarkan lender lewat hidung, kepala bergoncang-goncang, tubuh kurus dan bulu lusuh. Pengobatannya adalah dengan diberi suntikan vaksin CRD atau diberi terraplek .

4.    Penyakit cacar
Penyakit cacar menyerang merpati ketika terjadi perubahan suhu di sekitarnya dan ketika ada pengaruh pengap dan lembap kandang atau sangkar. Gejalanya pangkal paruh terdapat bntil-bintil merah dan berair. Jika melepuh, bintik itu akan menjadi koreng pada muka burung. Pengobatannya adalah dengan memberikan suntikan vaksin anti cacar.