Saturday, November 9, 2013

cara membudidayakan ikan mas koki




ikan mas koki

Ikan Hias Mas Koki : Merupakan ikan hias air tawar yang telah tersebar di indonesia yang berbadan gemuk dan perut yang besar dengan ciri khas berenang yang sangat indah. Cara membudayakan ikan jenis ini sangat mudah namun kita harus teliti terhadap kondisi air dan lingkungan, karena ikan ini rentan akan penyakit dan daya tahan tubuhnya lemah.

CARA MEMBUDIDAYAKAN IKAN HIAS MAS KOKI

Untuk menghadapi problem atas sering kematian ikan hias jenis ini mungkin kita harus memperhatikan kadar air, karena kadar amonia yang terlarut kedalam air menyebabkan kematian pada ikan ikan ini. ada dua hal yang bisa dikerjakan untuk menaganinya :
1. menetralisirnya atau mengganti airnya. menetralisisr kandungan amonia bisa menggunakan biofiltrasi 
2. menumbuhkan lumut air, yang dapat menyerap zat yang bisa meracuni ikan tersebut. 
cara membudidayakan ikan mas koki
Sebagian Teknik dari teknik di atas sudah biasa di pakai oleh para peternak ikan mas koki atau para penghobi ikan jenis ini, serta sudah di buktikan hasilnya oleh mereka.

LANGKAH LANGKAH MEMBUDIDAYAKAN IKAN MAS KOKI

Pemilihan induk mas koki

  • induk yang baik dan siap dipijah memiliki panjang tubuh mencapai 7 cm (minimal) atau sebesar telur bebek dan memiliki umur lebuh dari 7 bulan.
  • Pilih yang bertubuh bagus, dengan ekor yang lebar, sirip yang tegak saat bergerak, kepala kecil dan sisik yang indah atau tidak rontok.
  • untuk mendapatkan anakan yang berwarna, maka induk harus memiliki tubuh yang polos tapi berbeda antara jantan dan betina, misalnya betina berwarna putih jantan berwarna kuning.

Cara pemijahan ikan mas koki 


  • akuarium atau kolam yang bersih diberi air lalu diendapkan kira-kira satu hari satu malam, kemudian taruh eceng gondok di dalamnya untuk melekatkan telur.
  • pilih induk yang telah matang telur lalu dimasukkan dalam kolam pemijahan pada sore hari, biasanya keesokan pagi telur sudah menempel pada eceng gondok.
  • lalu induk bisa dipindahkan ke kolam penampungan induk untuk kemudian dipijahkan 1 bulan lagi. biarkan telur sampai menetas, jaga agar tidak terkena suhu yang terlalu ekstrim dan jauhkan dari hewan pemangsa yang ada.

Pemeliharaan benih ikan mas koki

  • setelah 2 sampai 3 hari maka telur akan menetas, pada hari ke 3 benih ikan sudah dapat di beri makan berupa kutu air yang telah kita saring.
  • setelah berumur 15 hari, benih mulai bisa diberi makan cacing rambut sebagai tambahan kutu air.
  • jaga ketinggian air 10 - 15 cm dengan pergantian air satu minggu sekali, air diganti dengan air yang diendapkan lebih dahulu.
  • gunakan eceng gondok untuk melindungi benih dari sinar matahari yang terik.

Pembesaran ikan mas koki

  • pembesaran dilakukan setelah benih berusia 1 bulan
  • pada saat pembesaran akan memerlukan banyak sinar matahari, maka eceng gondok dikurangi
  • makanan masih berupa cacing rambut, diberikan pagi hari...jika ada sisa sore harinya diangkat
  • setelah usia ikan 4 bulan lebih, maka ikan sudah dikatakan calon induk, ikan jantan dan betina bisa dipisahkan untuk di pijah pada usia 8 bulan.
cara membudidayakan ikan mas koki
cara membudidayakan ikan mas koki
cara membudidayakan ikan mas koki
cara membudidayakan ikan mas koki

Cara Lebatkan Buah Kelengkeng Anda

Tanya:

Saya memiliki beberapa pohon lengkeng berumur 2-3 tahun yang ditanam di lahan dan di dalam pot.
cara lebatkan buah klengkeng

  1. Saat tanaman berbunga, jumlah bunga sangat banyak tapi yang menjadi buah relatif sedikit karena bunga rontok. Apa penyebab bunga rontok?
  2. Bagaimana cara mengatasi bunga rontok dan melebatkan buah?
  3. Apakah lokasi penanaman (lahan atau dalam pot) menyebabkan kerontokan bunga? Jika ya, bagaimana sebaiknya perawatan di masing-masing media tanam?
  4. Apakah ada lengkeng jenis tertentu yang bunganya memang mudah rontok?
Miswan
Tangerang, Banten


Dijawab oleh Ahli: Bpk. Sobir, PhD

  1. Rontok bunga diduga terjadi karena tidak adanya serangga penyerbuk. Faktor lain, tanaman kekurangan air atau suhu udara terlalu tinggi lebih dari 300C. Sementara jika kerontokan terjadi pada saat bunga sudah mengalami penyerbukan dan berubah menjadi pentil buah biasanya disebabkan penyakit antraknosa.
  2. Rontok bunga dapat dicegah antara lain dengan memenuhi kebutuhan air untuk tanaman. Sementara rontok pentil buah akibat penyakit antraknosa dapat diatasi dengan menyemprotkan fungisida sesuai dosis. Untuk memacu keluarnya bunga yang nantinya menjadi buah secara serempak antara lain dapat dilakukan dengan stres air. Syaratnya kondisi tanaman harus sehat. Hentikan penyiraman hingga daun terlihat layu. Lalu segera siram kembali seperti rutinitas semula. Ulangi perlakuan 2-3 kali.
  3. Tidak. Untuk mencegah bunga rontok siram tanaman dua hari sekali sesuai kapasitas lapang. Berikan pupuk NPK dengan dosis 10-25 g per m2 luas tajuk tanaman setiap bulan.
  4. Tidak ada. Hanya saja ada dua tipe lengkeng yaitu lokal yang berumah dua dan nonlokal yang berumah satu. Bila hobiis menanam lengkeng lokal maka dibutuhkan tanaman jantan dan betina supaya bunga betina dapat terserbuki. Bunga pun urung rontok. Pada lengkeng nonlokal seperti diamond river dan pingpong yang hermaprodit, bunga bisa terbuahi sendiri walaupun hobiis hanya memiliki satu tanaman.***

    (Tambahan Bang Anas: kalo bisa pake pupuk organik, dan aktivator alami seperti bakteri fermentasi yang memicu banyak unsur NPK).

    Bang Anas Samosir
    Sumber: Majalah Trubus Desember 2012

Cara Budidaya dan menanam Kelengkeng





Syarat Tumbuh
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.

Pemeliharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.
Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.

Panen dan Pasca Panen
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Cara menanam dan Budidaya Mangga Gadung



mangga
MANGGA GADUNG
Family Anacardiaceae
Deskripsi
Mangga ini banyak ditemukan di sentral produksi mangga di Jawa Timur, yaitu di Probolinggo. Jenis mangga ini cukup populer di kalangan penggemar buah mangga. Rasanya yang manis seperti mangga arumanis merupakan salah satu keistimewaannya. Bentuk buahnya pun mirip dengan mangga arumanis, yaitu bulat panjang, berlekuk, dan berparuh jelas. Kulit buahnya berwarna hijau – meskipun_ buah sudah tua – dengan bintik-bintik kelenjar berwarna keputihan. Daging buah tebal dan berwarna kuning kemerahan. Rasanya manis segar dan aromanya harum. Ukuran buahnya termasuk agak besar, berat rata-rata 400-450 g.
Manfaat

Sebagai buah meja atau sebagai minuman.
Syarat Tumbuh
Tanaman mangga termasuk tanaman dataran rendah. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-300 m di atas permukaan laut. Meskipun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut. Daerah dengan curah hujan antara 750-2.250 mm per tahun dan temperatur 24-27° C merupakan tempat tumbuh yang baik untuk tanaman buah ini. Jenis tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6, dan dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Umumnya, tanaman mangga diperbanyak dengan okulasi, walaupun dapat pula dengan sambung pucuk dan cangkok. Sebagai batang bawah digunakan semai mangga madu, cengkir (indramayu), dan bapang. Penggunaan bibit dari biji tidak dibenarkan, kecuali untuk batang bawah. Batang bawah yang tidak serasi (inkompatibel) berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan dan pembuahan (produksi buah, bentuk buah, dan rasa daging buah) batang atas. Pembuatan bibit (semaian dan okulasi) biasanya langsung dilakukan di kebun. Kemudian, dipindahkan ke polibag setelah tinggi tunas sekitar 20 cm. Budi daya tanaman: Bibit ditanam dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm dengan jarak tanam 8-12 m. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 1-2 blek bekas minyak tanah atau 20 kg. Bibit okulasi ditanam di lahan setelah mencapai ketinggian lebih dari 75 cm. Pupuk buatan yang diberikan berupa campuran 200 kg urea, 500 kg TSP (667 kg SP-36), dan 150 kg KCl per hektar atau 200 g urea, 500 g TSP, dan 150 g KCl per tanaman.

Pemeliharaan
Pemupukan dilakukan empat kali dengan selang tiga bulan. Dosisnya meningkat sesuai dengan umur tanaman. Setelah mencapai tinggi 1 m, bibit dipangkas pada perbatasan bidang pertumbuhan agar dapat bercabang banyak. Cabang ini dipelihara 2-3 tunas per cabang. Pemangkasan diulang setelah cabang baru mencapai panjang 1 m, demikian seterusnya hingga diperoleh susunan 1-3-9 cabang.
Hama dan Penyakit
Hama yang merisaukan adalah penggerek batang (Cryptorrhynchus sp.) dan kumbang cicade (Idiocerus niueosparsus). Serangga hama pengisap Idiocerus sangat merusak bunga mangga hingga berguguran. Jumlah bunga betina rendah dengan pembuahan oleh tepung sari yang lemah. Serangan serangga (wereng) menyebabkan produksi mangga rendah. Hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida sistemik Tamaron 0,2%. Pemberian insektisida melalui infus lebih dianjurkan untuk menghindari pengaruh jelek terhadap kumbang penyerbuknya. Penyakit yang sering menyerang, terutama di daerah beriklim basah adalah penyakit blendok (lh’plodia sp.), mati pucuk (Gloeosporium sp.), dan penyakit pascapanen (Botryodiplodia sp.) yang menyebabkan buah mangga cepat membusuk pada bagian pangkalnya. Namun, penyakit ini dapat menyerang batang sambungan bibit mangga bila kondisi lingkungan tanaman lembap dan dingin. Serangan Diplodia yang sangat merusak batang dapat diatasi dengan mengoleskan larutan Benlate 0,3% atau lisol 20-50% pada luka yang telah dibersihkan lebih dulu.

Panen dan Pasca Panen
Buah mangga dipanen setelah tua benar. Cirinya, bagian pangkal buah telah membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Pemungutan buah yang belum tua benar menyebabkan rasanya agak asam dan kelat (mutu rendah). Umur buah dipanen kira-kira 4-5 bulan (110-150 hari) sejak bunga mekar (anthesis). Pemetikan harus hati-hati, tidak boleh jatuh, dan getahnya tidak boleh mengenai buah mangga tersebut. Umumnya, tanaman mangga berbunga pada bulan Juli-Agustus. Buah matang dapat dipanen pada bulan September-Desember. Buah harus dibersihkan dari kutu, jelaga, dan getah yang menempel.

Saturday, November 2, 2013

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Air Tawar dan Teknik Berternak

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Air Tawar dan Teknik Berternak

cara budidaya ikan patin air tawar 
Budidaya ikan patin-dengan teknik dan cara berternak di kolam air tawar merupakan salah satu faktor penting yang harus dipelajari dan diperhatikan sebelum kita terjun menggeluti usaha ternak ikan patin yang baik dan benar serta menguntungkan, karena dengan mempelajari dan memahami tentang cara budidaya ikan patin diharapkan kita bisa mempersiapkan dan mempraktekan tentang apa saja dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan.
Ikan patin dengan nama ilmiah Pangasius hypophthalmus masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish), habitat asli ikan patin di alam bebas adalah berasal dari sungai-sungai besar yang ada di kawasan pulau Kalimantan, pulau Sumatra, dan pulau Jawa. Namun ikan patin dapat juga hidup dan dibudidayakan di kolam air tawar. Jenis ikan patin local di Indonesia mempunyai kesamaan bentuk, ukuran dan tekstur dengan jenis ikan patin yang ada di Thailand (pangasius sutchi). Ikan patin termasuk golongan ikan yang paling banyak dikonsumsi karena sebagai sumber protein hewani.  Menggeluti bisnis peternakan Ikan patin merupakan bisnis yang memiliki prospek bagus karena dapat mengahsilkan nilai jual yang tinggi, karena selain sebagai sumber gizi ikan patin juga bisa bernilai jual sebagai ikan hias.
Ikan Patin termasuk ikan yang cepat besar sehingga untuk bibit yang secara teratur diberikan makan tambahan ketika mereka mencapai umur 6 bulan panjang badanya bisa mencapai 35 sampai 40 cm.
Agar proses pertumbuhan bibit lebih cepat lagi maka ikan patin lebih baik dibudidayakan di kolam dengan air yang mengalir secara teratur.

Memilih habitat (Kolam) Dalam Cara Budidaya Ikan Patin

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita menentukan untuk memilih habitat  di dalam cara budidaya  ikan patin sebagai kolam peternakan.
1) Pilihlah jenis tanah liat atau tanah lempung dan tidak berporos, karena tanah jenis ini merupakan tanah yang bagus untuk dibuat sebagai kolam tempat pemeliharaan.
2) Pilihlah tanah yang mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %, supaya aliran air ke kolam bisa lebih mudah secara gravitasi.
3) Jika anda mempunyai pilihan menentukan cara budidaya ikan patin dengan sistem jala apung, maka pilihlah sungai yang mempunyai arus lambat.
4) Pilihlah habitat ikan patin yang mempunyai kualitas air yang bersih, usahakan air tidak begitu keruh, air juga tidak boleh tercemari dengan bahan-bahan kimia yang beracun serta tidak boleh tercemari oleh limbah dari industri atau pabrik.
5) Usahakan suhu air pada kisaran 26 sampai dengan 28 derajat celcius ketika masa penetasan telur mejadi larva yang siap dimasukan akuarium. Untuk daerah yang mempunyai suhu air yang cenderung rendah maka diperlukan heater atau pemanas supaya suhu air tetap stabil dan memcapai suhu yang optimal.
6) Usahakan agar anda mempunyai kolam air yang mempunyai keasaman kira-kira 6,5 sampai dengan 7.

 Cara pembenihan ikan patin

Cara pembenihan ikan patin sebaiknya dipilih lokasi kolam untuk peternakan yang dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. Untuk memudahkan sistim pengairan ke dalam kolam sebaiknya kolam dibangun pada lokasi lahan yang landai dan mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %. Hal ini bertujuan agar air mudah dan lancer mengalir ke kolam.
Setidaknya ada 3 jenis kolam yang perlu disiapkan untuk memulai cara budidaya ikan patin.
1)      Kolam Tempat Memelihara Induk.
Luas kolam ditentukan oleh seberapa banyak jumlah induk dan intensitas dalam pengolahannya, misalnya untuk 100 kilogram induk sebaiknya dipelihara di dalam kolam dengan luas kira-kira 500 m2 , persyaratan memilih kolam jenis ini jika anda hanya mengandalkan sumber pakan alami ditambah dedak. Tetapi jika pakan yang akan diberikan berupa pelet maka untuk 100 kilogram induk bisa dipelihara di dalam kolam dengan luas antara 150 sampai dengan 200 m2 saja. Kolam sebaiknya mempunyai bentuk persegi panjang, dinding samping kolam bisa ditembok, tetapi untuk jenis kolam tanah sebaiknya dinding samping dilapisi anyaman bambu.
2)      Kolam Tempat Pemijahan
Kolam tempat memijahkan bisa di kolam tanah atau berupa bak tembok, jumlah induk yang hendak dipijahkan memengaruhi besarnya ukuran atau luas kolam. Misalnya untuk 1 ekor induk yang mempunyai berat 3 kilogram sebaiknya ditempatkan pada kolam dengan luas 18 meter persegi yang sudah dilengkapi dengan kira-kira 18 buah ijuk.
3)      Kolam Tempat Pendederan
Untuk kolam tempat pendederan sebaiknya dibuatkan kolam berbentuk 4 persegi, buatkanlah saluran (kemalir) pada dasar kolam dan buatkan juga kubangan di daerah saluran pengeluaran. Saluran kemalir dan kubangan dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan benih pada saat panen tiba.

Cara Pemijahan dan Memilih Bibit Ikan Patin

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pembibitan di dalam cara budidaya ikan patin agar didapatkan bibit yang sehat dan cepat dalam membesarkannya.
1)      Memilih Bibit Ikan Patin yang Bagus
Memilih Bibit Ikan Patin bisa berasal dari proses pemeliharan di kolam sejak kecil atau merupakan hasil dari tangkapan di alam , pilihlah induk yang berasal dari kawanan ikan patin yang sudah dewasa sehingga diharapkan kita mendapatkan induk yang ideal dan mempunyai kualitas yang bagus.
2)      Perawatan dan Pemeliharaan Induk patin
Lakukanlah pemeliharaan secara khusus terlebih dahulu terhadap induk ikan patin yang telah dipilih untuk dipijahkan, pemeliharan bisa dilakukan di dalam sangkar yang terapung, berikanlah makanan special terhadap induk yaitu makanan yang kaya akan protein. Makanan induk bisa dibuat dari bahan-bahan yang bisa dibeli dan tersedia banyak dipasaran seperti :  Bahan-bahan berupa pakan ayam yang mengandung 35 persen tepung ikan di dalamnya,  dedak halus dengan komposisi 30 persen, menir beras dengan komposisi 25 persen, tepung kedelai dengan komposisi 10 persen, dan tambahan vitamin atau mineral sebesar 0,5 persen.
Cara membedakan ikan patin jantan dan betina
Bagaimanakah cara membedakan induk  ikan patin jantan dan betina ? Induk ikan patin yang secara gonag sudah matang serta siap untuk masuk ke dalam sesi pemijahan mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Kriteria induk betina
  • Induk sudah mempunyai usia 3 tahun.
  • Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 samapai dengan 2 kilogram.
  • Secara visual induk sudah mempunyai perut yang membesar pada daerah anus.
  • Bila diraba perut induk patin akan terasa empuk, lembek dan tipis.
  • Ada pembengkakan dan timbul warna merah di daerah kloaka.
  • Akan keluar beberapa butir telur jika daerah kloaka ditekan.
2. Kriteria induk jantan
  • Induk sudah mempunyai usia 2 tahun.
  •  Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 sampai dengan 2 kilogram
  • Seperti halnya pada induk betina, bila diraba induk jantan mempunyai perut yang lembek dan tipis.
  • Jika diurut sambil ditekan induk jantan akan mengeluarkan cairan berupa sperma yang berwarna putih.
  • Pada bagian kelamin Induk jantan ada pembengkakan dan mempunyai warna merah tua sebagai tanda bahwa induk siap dikawinkan.
Setelah bibit yang dipijahkan menghasilkan benih, lakukanlah pemindahan terhadap benih ikan patin yang sudah mempunyai usia 1 hari, pindahkan benih ke dalam akuarium dengan ukuran 80 x 45 x 45 (cm). Setiap akuarium usahakan diberi air dari sumur bor yang sudah terlebih dahulu diaerasi. Secara ideal setiap akuarium berisi 500 ekor, tempatkan aerator di setiap akuarium untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada benih. Agar kestabilan suhu air dan ruangan terjaga maka dapat ditempatkan heater (pemanas).
Karena benih baru berusia 1 hari maka benih belum diperlukan pemberian makanan tambahan karena merka masih mempunyai sumber makanan cadangan yang berupa yolk sack (kuning telur). Barulah pada hari ke-3 benih bisa mendapatkan suplai makanan tambahan yaitu emulsi kuning telur ayam yang sudah di terlebih dahulu direbus. Kemudian secara perlahan-lahan benih akan menyantap makanan hidup yang berupa kutu air dan atau jentik nyamuk.

Pemeliharaan dan Pembesaran Bibit Ikan Patin

budidaya bibit ikan patin 
Ikan patin mempunyai karakteristik pertumbuhan yang pesat, terutama pertambahan panjang badan ikan, ketika menginjak usia 2 bulan, benih ikan patin bisa tumbuh mencapai 10 sampai dengan 12 cm, dan berat badanya bisa mencapai 14 sampai dengan 15 gram. Ketika beratnya mencapai 2,50 kilogram pertambahan berat badanya menjadi lebih cepat dari pada pertambahan panjang badannya. Namun ketika ikan patin mencapai umur 10 tahun pertumbuhannya (berat dan panjang) menjadi lebih lambat dibandingkan dengan ikan patin yang masih muda. Di habitat aslinya di alam liar, Ikan patin dewasa bisa bertahan hidup sampai umur 20 tahun.
Proses membesarkan benih ikan patin bisa dilakukan diberbagai variasi tempat yang berbeda, yaitu : di kolam biasa, kolam jala apung, sitim pen dan kolam keramba.
Kegiatan pembesaran dan pemeliharaan ikan patin meliputi :
1)      Kualitas air dan kolam ikan patin
Kualitas air ikan patin yang kurang baik bisa mengakibatkan ikan gampang diserang penyakit, penyeleksian kualitas air  meliputi 2 sifat yaitu sifat air secara fisika dan sifat air secara kimiawi.
Sifat air secara fisika terdiri dari faktor suhu, kekeruhan air, dan warna air. Sedangkan sifat air secara kimiawi terdiri dari faktor besarnya kecilnya kandungan oksigen (O2), kandungan karbondioksida (CO2), nilai pH serta zat-zat atau limbah beracun. Ikan patin dikategorikan golongan ikan yang sanggup bertahan hidup jika terjadi kekurangan kandungan oksigen dalam kolam atau air. Kriteria air yang bagus yang diperlukan dalam cara budidaya ikan patin setidaknya mengandung oksigen sebesar 4 milligram/liter air. Sedangkan besarnya kandungan karbondioksida harus kurang dari 5 milligram/liter air.
Kedalaman air mempengaruhi kualitas air dan jumlah plankton.
a)      Kedalaman air 1 – 25 centimeter à air keruh, banyaknya partikel tanah.
b)      Kedalaman air 25 – 50 centimeter àoptimal, plankton cukup.
c)       Kedalaman air 50  centimeter à air jernih, plankton sedikit.
Untuk merangsang dan meningkatkan produktifitas makanan alami sebanyak-banyaknya maka kolam pembesaran perlu dikasih pupuk. Pupuk bisa berupa jenis pupuk kandang atau jenis pupuk hijau dengan besaran dosis 50 sampai dengan 700 gram per meter persegi.
2)      Pemberian Pakan Ikan Patin
Pemberian pakan ikan patin dapat dilakukan pada pagi hari dan sore hari (2x sehari), banyaknya pakan yang diberikan untuk patin dalam satu hari sebanyak 3% sampai dengan 5% dari berat tubuh ikan patin yang sedang diperlihara tsb. Kuantitas atau jumlah pakan yang diberikan mengalami perubahan setiap bulan. Untuk mendapatkan gambaran pertumbuhan ikan tsb, ambilah 5 ekor sampai dengan 10 ekor ikan patin sebagai sampel kemudian ditimbang.
Ikan Patin termasuk ke dalam jenis ikan pemakan segala (omnivore), ikan ini mempunyai sifat dan kebiasaan menyantap pakan di dasar air (kolam). Sebelum mempunyai kebiasaan sebagai omnivora, ketika pada masa ikan berupa larva ikan patin cenderung mempunyai kebiasaan sebagai ikan pemakan daging (carnivora). Pada masa larva, ikan patin cenderung memangsa ikan patin lain (kanibalisme) oleh sebab itu ketika masa ikan masih berupa larva, tidak boleh terjadi keterlambatan dalam pemberian pakan.
Untuk sumber pakan tambahan dapat diberikan pellet, ikan-ikan kecil, serta sisa-sisa bahan makanan di dapur. Pakan tambahan dapat diberikan setiap 3 hari sampai dengan 4 hari sekali, hal ini bertujuan untuk merangsang nafsu makan ikan.
Untuk memaksimalkan hasil budidaya agar mendapatkan jumlah ikan yang banyak pada masa panen ikan patin tiba maka perlu diperhatikan juga adanya faktor lain yang bisa mempengaruhi seperti gangguan dari hama dan serangan penyakit.

Masa Panen Dalam Budidaya Ikan Patin

Metode penangkapan pada masa panen ikan patin dengan memakai sistim jala apung sering menyebabkan ikan menjadi luka-luka. Sebaiknya memulai pekerjaan penankapan ikan terlebih dahulu dilakukan di daerah hilir kemudian secara perlahan maju ke daerah hulu. Jika anda menggunakan kere doronglah kawanan ikan patin sehingga mereka terpojok di daerah hulu, metode penangkapan seperti ini lebih baik dan menguntungkan sebab kawanan ikan patin tetap memperoleh air segar untuk menghindari kematian pada ikan.
Ikan patin yang dibudidayakan di dalam hampang dalam kurun waktu 6 bulanan sudah bisa dipanen, benih yang mempunyai berat 8 sampai dengan 12 gram/ekor ketika pada awal waktu ditebarkan di kolam, beratnya akan mencapai kira-kira 600 sampai dengan 700 gram/ekor ketika menginjak umur 6 bulan.

CARA BUDI DAYA IKAN NILA DAN KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT

CARA BUDI DAYA IKAN NILA DAN KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT

 Dunia Pengetahuan, sekarang ini banyak sekali peluang bisnis yang mungkin tidak kita sadari. peluang bisnis yang mungkin bisa membawa kita kedalam dunia bisnis besar. peluang bisnis itu iyalah berbudidaya ikan nila. dalam berbudidaya ikan nila tidak begitu sulit seperti apa yang selalu kita pikirkan. dalam berbudidaya ikan nila kita tidak harus menggunakan lahan yang luas untuk membuwat kolam yang besar cukup menggunakan kolam yang terbuat dari terpal kita sudah dapat berbudidaya ikan nila. tidak hanya itu waktu yang kita perlukan pun sangat sedikit hanya memerlukan waktu ketika kita santai. penghasilan yang didapatkan pun begitu menggiurkan tak tanggung-tanggung kisaran 68 jutaan/panen. bagi yang minat budidaya ikan nila, kali ini dunia pengetahuan memberikan sedikit pengetahuan tentang car budidaya ikan nila. untuk lebih jelasnya langsung saja ya sobat.
 
 
Cara Budidaya Ikan Nila - Ikan nila merupakan jenis ikan untuk konsumsi dan hidup di air tawar. Ikan ini cenderung sangat mudah dikembangbiakkan serta sangat mudah dipasarkan karena merupakan salah satu jenis iklan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari oleh Masyarakat. Dengan teknik budidaya yang sangat mudah, serta pemasarannya yang cukup luas, sehingga budidaya ikan nila sangat layak dilakukan, baik skala rumah tangga maupin skala besar atau perusahaan.
Jenis Jenis Ikan Nila

Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut:
  •     Kelas : Osteichthyes
  •     Sub-kelas : Acanthoptherigii
  •     Crdo : Percomorphi
  •     Sub-ordo : Percoidea
  •     Famili : Cichlidae
  •     Genus : Oreochromis
  •     Spesies : Oreochromis niloticus
Terdapat beberapa jenis nila yang dikenal di masyarakat, antara lain: nila biasa, nila merah (nirah), nila albino, nila gesit, dan nila gift

Persyaratan Lokasi Budidaya Ikan Nila
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  • Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500 m dpl).
  • Kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lain halnya bila kekeruhan air disebabkan oleh adanya plankton. Air yang kaya plankton dapat berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena banyak mengandung Diatomae. Sedangkan plankton/alga biru kurang baik untuk pertumbuhan ikan. Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan yang dapat diukur dengan alat yang disebut piring secchi (secchi disc). Untuk di kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20-35 cm.
  • Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha. Kondisi perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air arus deras.
  • Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6-8,5. Sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah antara 7-8.
  • Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30o C.
  • Kadar garam air yang disukai antara 0-35 per mil.
  
Cara Budidaya Ikan Nila
Cara budidaya ikan nila terdiri dari beberapa tahapan yang sangat penting untuk diketahui, yaitu mulai dari persiapan kolam, penerbaran benih ikan, pencegahan penyakit, dan masa pemanenan. Untuk mengetahi secara detail tentang langkah-langkah tersebut diatas, maka berikut akan diberikan penjelasannya secara spesifik kepada Anda.


1. Persiapan Kolam
Kolam adalah salah satu hal yang paling penting untuk membudidayakan ikan nila. Kolam sebagai tempat pembiakan ikan nila perlu dipersiapakan secara maksimal, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  • Pengeringan kolam;
  • Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
  • Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
  • Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
  • Pengisian air kolam;
  • Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
  • Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
  • Masukkan air sampai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
  • Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.
2. Penerban Benih Ikan Nila
Setelah tahapan proses persiapan kolam terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kelima samapai hari ketujuh setelah masa pengisian air kolam dilakukan akan dilakukan penebaran benih ikan nila. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ukuran benih ikan yang disebarkan hendaknya berukuran antara 8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor.

3. Pemberian Makanan
Dalam pemberian makanan ikan nila diberikan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan. Makanan ikan nila ini bisa terdiri dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur.

Umumnya pemberian pakan dilakukan dengan ukuran seperti berikut ini:
1. Protein 20-30%;
2. Lemak 70% (maksimal.);
3. Karbohidrat 63 - 73%.
4. Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
- Kaliandra
- Kalikina atau kecubung;
- Kipat
- Kihujan

4. Penyakit
Ikan nila pada umumnya dapat diserang oleh penyakit serius yang disebabkan oleh lingkan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti populasi yang terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kuran baik dan sebagainya. Penanggulangan yang paling efektif dilakukan adalah dengan memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.

Apabila sudah terjadi penyakit yang serius pada sebuah kolam ikan nila, maka semua upaya yang dilakukan akan terlambat dan sia-sia. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.

Untuk mengatasi hal ini, maka salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.

4. Pemanenan Ikan Nila

Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.

Bila ukuran berat dari masing-masing ikan dirasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Untuk melakukan pemanenan secara mudah bisa juga dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.
dalam budi daya ikan nila tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kolam yang terbuat dari semen taupun langsung menggunakan tanah melainkan juga dapat menggunakan kolam yang terbuat dari terpal.
 
Berikut ini cara membuat kolam untuk budidaya ikan nila menggunakan terpal


Bahan:
  •     Terpal (ukuran sesuai dengan keinginan anda)
  •     Sekam
  •     Batako / Bata Merah

Cara pembuatan kolam terpal
  •     Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
  •     Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman ± 50 cm.
  •     Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako / bata merah supaya permukaannya rata.
  •     Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata.
  •     Terpal siap dipasang dan diisi air.
  •     Diatas terpal diberi batako / bata merah lagi supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan juga supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.

Budidaya ikan nila memerlukan kualitas air yang bagus
 

Setelah kolam terpal jadi, hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan nila adalah air. Sumber air yang akan kita gunakan haruslah air yang bersih, dapat  berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.

Analisa KeuntunganUsaha
Pembesaran Ikan Nila

 

Pembesaran nila mulai dari benih berumur dua bulan (ukuran jempol) sampai nila berukuran 4-5 kg/ekor selama 4 bulan. perhitungan yang digunakan dalam usaha pembesaran nila sebagai berikut:
-         Luas kolam 1000 m persegi merupakan lahan sewa
-         Benih yang akan dibesarkan sebanyak 60.000 ekor
-         Jumlah tenaga kerja dua orang. Rp 750.000/bln/org
-         Pembesaran ini selama empat bulan berukuran 200-300 g/ekor.
-         Total produksi nila konsumsi yang dipanen kurang lebih 10 ton.
Modal sarana pembesaran
- Kolam 1000 meter persegi selama empat bulan
Rp. 1.200.000
- Benih nila 60.000 ekor
Rp. 9.000.000
- Alat perikanan
Rp. 500.000
Total
Rp. 10.700.000
Biaya operational         
- Pakan buatan sendiri
Rp. 42.000.000
- Tenaga kerja dua orang
Rp. 6.000.000
- Obat-obatan dan keperluan lain
Rp.10.000.000
Total
Rp. 58.000.000
Total Pengeluaran=Modal Sarana Pembesaran + Biaya Operational     
= Rp. 10.700.000 + Rp. 58.000.000
= Rp. 68.700.000

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias

Bicara tentang ikan cupang, membuat saya ingat akan masa kecil saat suka memelihara ikan cupang tarung atau adu. Tapi disini bukanlah mengadu ikan cupang, disini kita akan bicara tentang ternak ikan cupang hias, ya Salah satu ikan hias air tawar. Artikel ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya yaitu cara budidaya ikan lele.

karena ikan cupang tidak memerlukan pakan khusus. Makanan cupang untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa daphnia sp atau kutu air yang bisa didapatkan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk) atau di tempat saya disebut "uget - uget". Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan untuk lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan dapat diselingi dengan cacing rambut.

cara budidaya ikan cupang hias

Pada umumnya Tempat pemeliharaan ikan ini adalah akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau bak semen atau bisa juga akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedangkan untuk tempat perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : akuarium kecil, baskom atau tempat lain yang dapat dipakai untuk memisahkan ikan agar dengan pasangannya

Berikut ini cara untuk tips memilih bibit cupang jantan dengan betina yang baik, berikut ini ciri - cirinya :

Cupang jantan
  • Gerakannya amat agresif juga lincah
  • Fisik tubuh juga siripnya cukup panjang dan berwarna indah
  • Usia sekurang-kurangnya ± 4 bulan
  • Tidak terjangkit penyakit serta juga tidak cacat
Cupang betina
  • Situasi sehat serta tidak cacat
  • Sirip agak pendek serta juga warnanya kusamGerakannya sedikit agak lambat
  • Wujud badan agak membulat yang mengisyaratkan siap dikawinkan
  • Usia sama juga dengan cupang jantan sekurang-kurangnya ± 4 bulan
Setelah induk cupang diseleksi dan mendapatkan hasilnya, sekarang saatnya menuju cara mengawinkan cupang :
  1. Siapkan kolam untuk perkawinan atau pemijahan bisa berupa aquarium kecil atau tempat lain yang penting bersih.
  2. Isi dengan air berketinggian kurang lebih antara 15 hinggga 30 cm. atau bisa disesuaikan dengan wadahnya.
  3. Masukkan induk cupang jantan yang yang sudah diseleksi sebelumnya selama 1 hari.
  4. Tutup aquariumnya agar tertutup (tidak harus sampai gelap gulita).
  5. Sesudah 1 hari kita masukan induk cupang betina yang sudah cukup masak telurnya pada sore hari ke didalam kolam pemijahan.
  6. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  7. Biasanya esok harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  8. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Untuk pembesaran anak dan masa panen, tidaklah sulit. Setelah anak cupang sudah bisa berenang sendiri, pisahkan anak cupang dengan induknya dan ikan cupang dewasa yang lain selama 1 bulan. Setelah berumur lebih dari1 bulan maka ikan cupang siap untuk diseleksi untuk bibit terbaiknya. Ternyata budidaya ikan cupang cukup mudah ya.

Saturday, October 26, 2013

Tambang Emas Dari Ternak Kambing Jawa Randu









Kambing jawa randu adalah kambing persilangan antara kambing ras Etawa dari India dengan Kambing lokal jenis kambing kacang asli dari pulau Jawa. kambing jawa randu memiliki karekteristik yang agak unik, antara lain bisa menghasilkan atau sebagai produsen susu kambing yang lumayan besar, bentuk badan kambing jawa randu berpostur tinggi besar mengikuti bentuk ras Etawa, kambing jawa randu mudah di pelihara dengan berbagai jenis pakan,

Jenis kambhing jawa randu merupakan kambing jenis genjah yang memungkinkan pertambahan bobot berat badannya bisa dipacu dengan waktu yang singkat, untuk itu banyak peternak kambing yang memelihara jenis kambing jawa randu sebagai tambang emas mereka.

Kambing jawa randu lebih banyak terdapat di beberapa daerah seperti Jawatengah, Jogja dan Jawa timur. Selama ini pemanfaatan daging kambing jawa randu lebih banyak kepada supply untuk kebutuhan kuliner sperti warung sate kambing. Para pengusaha warung sate kambing lebih memilih jenis kambing jawa randu karena jenis ini dagingnya tidak banyak mengangung lemak.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, jenis kambing jawa randu menjadi salah satu idola yang banyak dicari untuk dijadikan hewan Qurban. Harga kambing jawa randu berkisar antara 1,5jt sampai dengan 2,2 jt.


Wednesday, October 23, 2013

Cara Budidaya Ternak Kambing

Cara budidaya ternak kambing
Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan. Cara budidaya ternak kambing sudah diajarkan oleh orang tua kita secara turun temurun, dan memelihara kambing tidak terlalu sulit karena pakan cukup tersedia di negeri tercinta ini. Berbagai jenis tanaman dapat digunakan sebagai makanan kambing. Namun dalam melakukan cara beternak kambing yang baik harus memperhatikan makanan apa yang digemari kambing dan memberikan efek maksimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis daun-daunan yang cukup digemari oleh kambing antara lain daun turi, daun lamtoro dan daun nangka. Hal lain yang perlu kita ketahui dalam melakukan tata cara beternak kambing yang baik adalah, kita memastikan untuk mengetahui “ras kambing” yang akan kita ternakkan, hal ini bertujuan agar kita sudah mengetahui sejak awal perilaku, keuntungan dan kerugian beternak “ras kambing” tertentu sehingga kita bisa mengoptimalkan hasil dan meminimalkan resiko. adapun ras kambing alsi Indonesia adalah : 1. Kabing Marica 2. Kambing Samosir 3. Kambing Muara 4. Kambing Kosta 5. Kambing Gembrong 6. Kambing Benggala 7. Kambing Kacang 8. Kambing Etawa Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah kering dan berbukit atau daerah pegunungan, kambing adalah jenis hewan yang takut air, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi 2 type yaitu : 1. Kambing potong (penghasilan daging) 2. Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu) Berdasarkan tujuan pemeliharaan, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi dua yaitu : 1. Kambing untuk pembibitan 2. Kambing untuk penggemukan. Beberapa jenis kambing yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah 1. Kambing Kacang 2. Kambing Peranakan Etawah (PE) Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia, namun cara beternak kambing masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Kambing kacang mempunyai keistimewaan dibandingkan kambing PE yaitu ber anak kembar dan jarak beranak yang lebih pendek. Kambing Marica Kambing Marica tersebar di propinsi sulawesi selatan, kambing marica ini hampir mirip dengan kambing kacang, namun ada perbedaan yaitu penampilan tubuh lebih kecil dibandingan kambing kacang, telinga berdiri menghadap samping arah kedepan, tanduk relatif kecil dan pendek Kambing Samosir Kambing ini dipelihara secara turun temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau samosir, ditengah danau toba, kabupaten samosir, propinsi sumatera utara. Kambing Muara Kambing muara dijumpai di daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara di propinsi sumatera utara. Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan hitam. Bobot kambing muara lebih besar dibandingkan kambing kacang. Kambing Kosta Lokais penyebaran kambing kosta di sekitar jakarta dan propinsi banten, kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek Kambing Gembrong Kambing gembrong tersebar di daerah kawasan timur pulau bali terutama di kabupaten karangasem, ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang, panjang bulu sekitar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih besar dari kambing kacang. Kambing Benggala Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan pulau flores di propinsi nusa tenggara timur. Kambing Kacang Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg. Cara budidaya ternak kambing Kambing Peranakan Etawah (PE) Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawah (asal India) dengan kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Penampilannya mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE merupakan kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). Peranakan yang penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE: telinga panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing PE jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm. Langkah langkah yang harus dikerjakan dalam budidaya ternak kambing 1. Memilih bibit yang baik Pejantan Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal). Betina Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan). 2. mengatur perkawinan kambing Kambing telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan. Tanda-tanda birahi pada kambing betina ; - Gelisah - Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat. - Ekor digerak-gerakan. - Diam bila dinaiki oleh pejantan. - Nafsu makan berkurang. Lama berahi sekitar 30 jam, sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari. Cara budidaya ternak kambing 3. mengetahui waktu untuk mengawinkan Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan anatara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak. 4. menangani kelahiran dengan benar Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, kambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun. 5. Perawatan anak kambing Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri. 6. Menyusui Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan 7. Pendugaan umur Umur kambing dapat diperkirakan dari gigi yang tumbuh : - Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun) - Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun) - Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun) - Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun) - Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun) 8. Memberikan pakan yang baik Pakan kambing secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi. Rumput merupakan sumber tenaga atau energi bagi ternak kambing. Jenis rumput yang umum diberikan ternak adalah rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea. Selain rumput, sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau energi antara lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra. Pakan hijauan: 10% dari berat badan Pakan konsentrat: 0,5 kg Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut: a. Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput b. Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput c. Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh supaya tetap sehat. Garam dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu mineral yang lain dapat dibeli di toko pertanian. Cara Pemberian a. Siapkan ruas bambu dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya. b. Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya. c. Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh. d. Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi garam atau mineral. e. Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang. Air minum dapat diberikan dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari. 9 : Mempersiapkan dan merawat kandang yang sehat Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik. Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk: a. Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang dalam masa kebuntingan. b. Memudahkan dalam pemberian pakan. c. Menjaga keamanan ternak. Ukuran Kandang - Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih) - Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor - Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor - Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak Cara budidaya ternak kambing 10. Dapat mengenali penyakit dan tahu cara mengatasinya Penyakit Cacingan Penyebab Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing pita. Gejala Kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret. Penanganan 1. Obat tradisional a. Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting). b. Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting). 2. Obat pabrikan Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3 bulan sekali. Pencegahan a. Jagalah kandang tetap bersih dan kering. b. Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat kompos. c. Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah). d. Jangan berikan rumput yang masih berembun. e. Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah. Penyakit Kudis (Scabies/Kurap) Penyebab Parasit kulit (Sarcoptes sp) Gejala a. Kulit merah dan menebal. b. Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding kandang. c. Bulu rontok. d. Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher. Penanganan 1. Obat tradisional a. Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh. b. Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x sehari sampai sembuh. 2. Obat pabrikan Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit). Pencegahan a. Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat. b. Bersihkan kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih kandang. c. Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol 2%. d. Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing. Diare Penyebab Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa. Gejala a. Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan. b. Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. c. Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran. Penanganan a. Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat. b. Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam 2,5 liter air dingin yang sudah dimasak. c. Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Pencegahan a. Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare. b. Jagalah kandang tetap bersih. Keracunan Penyebab Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida. Gejala Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan kematian mendadak. Penanganan a. Berikan air kelapa. b. Berikan norit 2-3 tablet. c. Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Pencegahan a. Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun. b. Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot pestisida. Kembung Perut Penyebab Gas yang ditimbulkan oleh makanan (rumput muda). Gejala Perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan. Penanganan Berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut perut kambing. Pencegahan Jangan diberi rumput muda. Info: Kalau anda mau membudidayakan kambing dengan gratis, sekarang ada program pemerintah melalui dinas terkait, baik di tingkat Kabupaten, Propinsi maupun pusat, silahkan ajukan proposalnya kesana. Kalau anda membutuhkan proposalnya yang sudah jadi dan gratis, silahkan Download disini Semoga bermanfaat